Kisah
Nyata Adik Kakak Yang Ahli Ibadah Dan Ahli Maksiat
Di Ambil
Dari Ceramah Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA
Dikisahkan
ada dua orang kakak beradik yang keduanya mempunyai latar belakang kehidupan
yang berbeda. Sang kakak sangat taat beribadah, melakukan kebaikan, tanpa ada
satupun dosa yang pernah ia lakukan, Ia
juga dijuluki ahli
masjid karena shalat jamaahnya tidak pernah tertinggal walau
hanya satu waktu saja. Sedangkan sang adik melewati hari-hari di tempat
bisnisnya, dia banyak sekali melakukan maksiat kepada Allah swt. Bahkan sang
adik mempunyai rumah Bordir yang sangat maju, semuanya lengkap disitu.
Pada
suatu hari Syaitan datang kepada sang kakak dan mempengaruhi keimanannya.
Syaitan mengatakan kepada sang kakak “ kamu ini sudahlah…! ibadahnya sudah
banyak, kesurganya sudah cukup, bekalnya sudah lebih bahkan. Kamu tidak punya
pengalaman bermaksiat? Taat terus, taat terus, kalau tidak pernah merasakan
pengalaman bermaksiat, bagaimana kamu bisa merasakan indahnya bertaubat..!?”.
Mendengar pernyataan syaitan tersebut sang kakak mulai berfikir ada benarnya
juga yang dikatakan syitan tersebut, “kalau tidak pernah merasakan maksiat
bagaimana bisa merasakan indahnya bertaubat…!!!”. Bukankah Allah menyukai
orang-orang yang kembali kepadanya dengan sebenar-benarnya taubat!
Sang kakak mulai terpengaruhi dengan bujuk rayuan syaitan, bahasa
manipulasi yang sangat indah di dengar namun membuat hati menjadi ragu kepada
Allah. Sangking ia tidak pernah melakukan perbuatan dosa, bermaksiat kepada
Allah dan dia mau melakukan maksiatpun tidak tau bagaimana caranya karena ia sebelumnya
tidak pernah melakukan kemaksiatan, terbisik dalam hatinya “saya ingin
merasakan maksiat, karena ketika bertaubat cinta Allah itu datang”.
Syaitan mengatakan lagi “ bukankah Allah meyukai orang-orang yang
bertaubat dan kembali kepadanya!!, sedangkan engkau dekat dengan Allah dan
pastinya tuhanmu akan lebih cepat menerima taubatmu”. Pada saat itu pula
syaitan memberikan jalan kepada sang kakak untuk bermaksiat kepada Allah swt,
Syaitanpun mengarahkan sang kakak untuk bermaksiat dengan cara yang paling
mudah dan gampang sekali, yaitu dengan mendatangi rumah bordir adiknya itu.
Syaitan memperkenalkan “ adikmukan alhi maksiat, datangi
sekali-kali ketempat adikmu, kunjungi dan kamu lakukan maksiat kemudian kamu
bertaubat kepada Allah, bukankah orang yang dekat dengan Allah cepat kembali
kepadanya dan cepat pula diterima amalan dan taubatnya”. Kemudian sang kakak
mengunjungi tempat adikanya.
Disaat yang bersamaan hidayah Allah menyentuh qalbu adiknya, ada
bisikan yang begitu dahsyat menghentakkan jiwanya “sampaikapan engkau terus bermaksiat
begini, apakah engkau tidak mau berkumpul bersama kakakmu yang ahli masjid itu di
surga..? sampai kapan engkau terus begini..? apakah engkau tidak malu berjumpa
dengan kakakmu di akhirat nanti secara berpisah..? ”.
Disatu sisi syaitan datang merasuki hingga menggoyahkan keimanan
seseorang dan di sisi lainnya hidayah Allah datang kepada orang-orang yang ia
kehendaki dengan penuh kemuliaan. Sang adik mendapat hidayah dan terus berfikir
malu dengan sang kakak yang ahli ibadah tersebut. Kemudian sang adik memutuskan
untuk pergi menjumpai sang kakak di masjid dan beribadah kepada Allah swt.
Sedangkan di sisi yang lainnya sang kakak pergi ketempat adiknya ke rumah
bordir untuk bermaksiat kepada Allah swt.
Subhanallah, kadarullah, keduanya pergi. Sang kakak pergi ke rumah
bordir sedangkan sang adik menuju masjid. Namun atas kekuasaan Allah keduanya
tidak berjumpa, sang kakak tidak bejumpa dengan adiknya dan sebaliknya sang
adik tidak berjumpa dengan kakaknya. keduanya mengunakan jalan yang berbeda
arah, yang satu mengunakan jalan A menuju ke masjid dan yang satunya lagi
mengunakan jalan B menuju ke rumah bordir.
Sesampainnya sang adik di masjid dia menangis melihat rumah Allah,
dia berwudhuk disitu, dia bersimbah diri disitu
menangisi dirinya dengan dosa-dosa yang pernah dia lakukan sebelumnya, dia
bertaubat meminta apunan kepada sang khaliq. Ia shalat disitu dengan penuh
kesedihan mengharap ampunan dari pada Rabbnya. Pada rakaat pertama di dalam sujudnya
ia bedoa kepada Allah memohon ampuna dari pada Allah.
Pada saat yang bersamaan sang kakak mendatangi tempat sang adiknya
di rumah bordir, ia melihat-lihat dan sesampainya di depan pintu ia disambut hingga
diiringi untuk masuk kedalam rumah, karena mereka tau ia adalah kakaknya sang pemilik
tempat tersebut. Kemudian dalam posisi sududnya adik yang kedua terjadilah
bencana besar, yaitu gempa bumi yang sangat dahsyat. Hingga meruntuhkan bangunan
masjid dan juga tempat bordir tersebut. Pada saat itu sang kakak meninggal
dalam keadaan bermaksiat kepada Allah swt. Sedangkan adinya dalam posisi
bersujud kepada Allah swt.
Coba perhatikan bagaimana cara Syitan datang kepada setiap hamba untuk
bermaksiat dan perhatikan Hidayah Allah menyentuh kemuliaannya itu kembali kepada
Allah swt. Dari kisah diatas bisa kita ambil pembelajaran kalau kita tidak bisa
lari dari kematian. Ajal itu pasti akan datang kepada hambanya yang bernyawa.
kita hanya saja kita menunggu kapan watunya tiba. Yang bisa kita lakukan adalah
terus berikhtiar untuk melakukan kebaikan demi kebaikan dengan mengharap ridha
daripada Allah swt untuk di wafatkan dalam keadaan yang baik.
Semoga bermanfaat. Mohon kritikan dan saran yang membangun untuk
penulis. trimks
Comments
Post a Comment